“Upaya
Meningkatkan Kemampuan Operasi Hitung Bagi Kurung Melalui Media Sempoah Praktis Bagi Anak Tunadaksa
Spastik Kelas VII SLB Roudhotul Zannah Soreang Kab. Bandung"
Imas Rohiyatiningsih,S.Pd
SLB Roudhotul Zannah
Soreang
Operasi bagi kurung merupakan suatu opearsi hitung yang sangat komplek karena
operasi hitung bagi kurung melibatkan 3 operasi hitung yaitu pembagian,
perkalian dan pengurangan. Sehingga tidaklah mudah pembelajaran bagi kurung
terutama bagi anak tunadaksa CP spastik yang kecenderungan memiliki daya hapal
dan konsentrasinya rendah.
Begitupun dalam memilih
media pembelajaran operasi hitung bagi kurung yang harus memperhatikan dan
menyesuaikan dengan karakteristik subjek maka sangatlah sulit.karena selain
harus sesuai dengan karakteristik anak, juga harus memperhatikan segi keamanan,
harga dan kegunaan. Media yang digunakan dalam makalah ini adalah media
pembelajaran operasi hitung bagi kurung Sempoah
praktis.
Sempoah praktis ini dalam segi keamanan aman, dalam segi harga murah dan
dalam segi kegunaan sangatlah berguna. Karena dalam penggunaan sempoah
praktis selain digunakan dalam pembelajaran operasi hitung bagi kurung, juga
dapat digunakan dalam pembelajaran operasi hitung perkalian, penjumlahan dan
pengurangan.
Judul makalah ini adalah “Upaya
Meningkatkan Kemampuan Operasi Hitung Bagi Kurung Melalui Media Sempoah Praktis
Bagi Anak Tunadaksa Spastik Kelas VII SLB Roudhotul Zannah Soreang Kab.
Bandung”
Kata Kunci : Operasi hitung bagi kurung, Tunadaksa CP Spastik dan Sempoah
Praktis
Metode
Sempoa adalah teknik berhitung berdasarkan Teori Matematika dengan menggunakan
sempoa sebagai alat Bantu yang terdiri dari manik-manik yang dapat
digerak-gerakkan ke atas atau ke bawah untuk merangsang daya pikir otak anak.
Berhitung dengan menggunakan sempoa sebenarnya sudah ditemukan sejak dahulu
kala namun masih memiliki keuntungan yang sama meskipun kita telah berada di
zaman komputer dan infiormasi.
Penggunaan
sempoa merupakan proses berpikir mengimajinasikan sempoa di
dalam benak anak, sehingga tidak heran apabila banyak siswa-siswi yang telah
mempelajari sempoa dan mental aritmatika dapat berhitung sangat cepat,
dibandingkan dengan cara berhitung yang konvensional. Makna dari “SEMPOA” adalah singkatan
dari Sistem Edukasi Mengoptimalkan Potensi Otak Anak, maksudnya bahwa dengan
belajar sempoa, maka kemampuan berpikir siswa dapat terus ditingkatkan.
Bagi kurung terdiri dari
beberapa operasi hitung
diantaranya yang sangat
dasar yang harus di kuasai oleh
anak adalah pembagian
pengurangan dan perkalian.
Setelah anak menguasai operasi
hitung penambahan pengurangan
dan perkalian dan
pembagian baru anak bisa melakukan bagi kurung. Dan
dalam kehidupan sehari-hari
kita tidak bisa terlepas
dari operasi hitung
matematika, sehingga
pembelajaran matematika sangatlah di perlukan oleh
kita, baik itu yang
tua atau yang
muda atau anak-anak,
baik yang normal maupun yang
disabilitas atau yang berkebutuhan khusus
( ABK ), dimana dalam penelitian ini anak yang menjadi
objek penelitian adalah
anak CP Spastik.
Anak CP
memiliki gangguan pada fungsi
motorik. Dengan terganggunya
fungsi motorik,maka anak
CP akan mengalami berbagai macam kesulitan atau terganggunya
fungsu-fungsi yang lain, di antaranya kesulitan
belajar, kejang-kejang, ketidak
mampuan memahami kata-kata,
ketidakmampuan berbicara dan ketidakmampuan berhitung. Pada saat
ini berkembang berbagai
macam metode dan media yang bisa
digunakan dalam operasi berhitung. Pada
dasarnya semua metode dan media itu baik,
hanya saja bagi
anak CP dalam
menggunakan metode dan media berhitung
itu harus memperhatikan
dan mempertimbangkan
keterbatasan dan kemampuannya.
Anak CP
itu memiliki kesulitann
belajar akademik sehingga
terjadi kegagalan-kegagalan dalam
pencapaian prestasi akademiknya.
Abdulrahman (2003:241) menyatakan bahwa:
Kesulitan akademik menunjukkan
pada adanya kegagalan-kegagalan pencapaian
prestasi akademik yang sesuai dengan kapasitas yang diharapkan. Kegagalan tersebut mencakup penguasaan keterampilan
dalam membaca, menulis dan atau matematika.
Dengan kesulitan-kesulitan yang disebutkan diatas dan
juga permasalahan yang dialami
terhadap pembelajaran matematika maka terutama bagikurung maka seorang guru anak CP harus dapat mencari media yang dapat mempermudah
dan mempercepatmengerjaan soal bagi kurung.
Salah satu cara
untuk mencapai keberhasilan
tersebut dengan penggunaan media
sempoa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Subyek penelitian 2 orang siswa kelas VII SMPLB D dan satu orang guru kelas VII SMPLB D.
Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik
observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan proses mengamati,
merefleksi dan merevisi dari data-data yang diperoleh dari setiap tindakan, dari awal hingga akhir
tindakan .Data di kelompokkan ke dalam bentuk tabel observasi dan wawancara.
Data di pilih sesuai dengan tujuan.
Selanjutnya di bahas untuk
memperoleh kesimpulan.Terdapat dua data yang dikehendaki dalam penelitian ini. Pertama, data kondisi obyektif kemampuan berhitung bagi kurung saat ini. kedua, data kemampuan berhitung bagi kurung setelah diberikan tindakan.
1.
Kondisi
Obyektif Kemampuan berhitung bagi kurung pada anak tunadaksa CP Spastik kelas VII SMPLB Roudhotul Zannah pada saat ini
Pembelajaran
matematika operasi hitung bagi kurung tanpa menggunakan sempoa itu mempunyai pra syarat yang harus dimiliki
oleh anak yaitu anak harus mampu dalam operasi hitung pengurangan baik tehnik
tanpa meminjam atau tehnik meminjam, perkalian dan pembagian. Sedangkan seperti kita ketahui bahwa anak
tunadaksa spastik cenderung memiliki kesulitan dalam opearsi hitung pengurangan dengan tehnik
meminjam apalagi operasi hitung perkalian dan pembagian.
Selain masalah yang disebutkan
diatas anak juga memiliki beberapa
masalah yang dalam mengerjakan operasi
hitung bagi kurung, yaitu :
1. Anak tunadaksa spastik seperti disebutkan di BAB II memiliki kecenderungan
tara kecerdasan dan konsentrasi rendah. Hal ini menyebabkan dalam hal hapalan
perkalian rendah, cenderung tidak hapal.
2. Apabila hapalan perkalian
tidak hapal dan paham maka dalam operasi hitung pembagian itu juga mengalami
kesulitan.
Dengan memperhatikan
permasalahan-permasalahan diatas maka anak memiliki kesulitan dalam mengerjakan
soal bagi kurung, yang disebabkan tidak memiliki pra syarat untuk mengerjakan
opearasi hitung bagi kurung tanpa menggunakan sempoa praktis.
2 . Kemampuan berhitung bagi kurung
setelah menggunakan sempoa praktispada anak tunadaksa CP Spastik kelas VII SMPLB Roudhotul Zannah
Pembelajaran
operasi bagi kurung setelah memakai sempoa praktis dapat menjawab permasalahan
yang disebutkan diatas. Pengerjaan bagi kurung dengan menggunakan sempoa
praktis tidak memerlukan hapalan perkalian , tidak memerlukan bisa dan paham
operasi pengurangan dengan tehnik meminjam, hanya perlu memiliki pra syarat
penggunaan sempoa praktis dalam mengerjakan operasi hitung bagi kurung.
Pra
syarat untuk bisa mengerjakan operasi hitung bagi kurung dengan menggunakan
sempoa praktis yaitu :
1. mampu membilang 1 s/d 99
2. mampu tangan memindahkan
benda/manik-manik
3. keserasian memindahkan
benda/manik-manik antara tangan dan mulut (tangan memindahkan dan mulut
membilang).(Format terlampir)
Setelah diadakan asesmen tentang pra
syarat yang dimiliki oleh subjek, maka hasil yang didapat adalah sebagai
berikut :
1. anak mampu membilang 1 s/d 99
2. anak mampu memindahkan
benda/manik-manik hanya saja sedikit lambat
3. ada keserasian antara tangan dan
mulut dalam memindahkan manik-manik dan membilang, hanya membilang lambat
disesuaikan dengan gerakan tangan memindahkan manik-manik. (hasil terlampir)
Dengan memperhatikan hasil asesmen pra syarat
yg dimiliki subjek, maka subjek sudah dapat diberikan pelajaran bagi kurung
dengan menggunakan sempoa praktis.
Setelah dilakukan
pembelajaran operasi hitung bagi kurung dengan menggunakan sempoa praktis
selama 2 bulan maka hasil yang diperoleh sebagai berikut :
1. anak mampu mengerjakan bagi kurung
dengan pembagi satuan
2. anak mampu mengerjakan perkalian
satuan dengan satuan
3. anak mampu mengerjakan pengurangan
tehnik meminjam
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Hasil dari
pembelajaran operasi hitung bagi kurung dengan menggunakan sempoa praktis
sangatlah memuaskan karena selain mampu mengerjakan soal bagi kurung, juga anak
mampu mengerjakan soal perkalian satuan dengan satuan dan juga pengurangan
dengan tehnik meminjam.
Maka dari hasil
tersebut dapat disimpulkan bahwa media sempoa praktis ini dapat menjadi solusi
pemecahan masalah kesulitan dalam pembelajaran matematika operasi hitung
pengurangan tehnik satu kali meminjam, perkalian dan bagi kurung bagi anak
tunadaksa CP spastik.
Adapun rekomendasinya adalah pertama, bagi guru, panduan ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika operasi hitung perkalian pengurangan, pembagian dan
penjumlahan, terutama operasi bagi kurung. Agar lebih menguasai penerapannya maka
perlu sering digunakan . Kedua,
bagi pihak sekolah diharapkan dapat
melengkapi media pembelajarannya sehingga guru tidak kesulitan mencari media
pembelajaran. Untuk penyediaan media pembelajaran pihak sekolah dapat bekerjasama
dengan orang tua dan pihak pemerintah untuk melengkapi berbagai media yang
berkaitan dengan pembelajaran matematika. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya dapat
melanjutkan penelitian ini Penelitian ini menghasilkan panduan yang bersifat
hipotetik sehingga direkomendasikan adanya penelitian lanjutan untuk menguji
desain tersebut sehingga menjadi panduan yang dapat digunakan secara luas dan
valid serta reliable.